Upacara Bendera SMAN 1 Kepohbaru Diwarnai Suasana Sejuk, Pentingnya Kesadaran Diri Jadi Sorotan
Kepohbaru, 17 November 2025 — Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kepohbaru melaksanakan upacara bendera hari Senin dengan penuh khidmat di lapangan utama sekolah. Berbeda dengan pekan sebelumnya, upacara kali ini diselimuti oleh suasana yang sejuk dan tanpa sinar matahari yang terik, menambah kekhusyukan seluruh peserta didik, guru, dan staf dalam mengikuti rangkaian acara. Turut dalam barisan Bapak Ibu Guru adalah pelaksana tugas (Plt.) Kepala Sekolah SMAN 1 Kepohbaru, Bapak Muhammad Ma'ruf, S.Pd., M.Pd. Kondisi cuaca yang mendukung ini memungkinkan upacara berjalan dengan lancar dan fokus.
Pembina upacara kali ini adalah Ibu Muasih, S.Psi, salah satu Guru Bimbingan Konseling (BK) SMAN 1 Kepohbaru. Mengawali amanatnya, Ibu Muasih menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh petugas upacara yang telah menjalankan tugasnya dengan baik, mulai dari pengibar bendera hingga pemimpin upacara. "Petugas upacara telah menunjukkan dedikasi dan latihan keras, sehingga upacara terlaksana dengan tertib dan sempurna. Ini adalah contoh nyata bagaimana komitmen menghasilkan kualitas," ujar beliau, yang disambut tepuk tangan ringan dari peserta.
Inti dari amanat yang disampaikan Ibu Muasih berfokus pada pentingnya menumbuhkan kesadaran diri sebagai bekal utama meraih kesuksesan di masa depan. Beliau menekankan bahwa kesadaran harus dimulai dari hal-hal kecil di lingkungan sekolah. Sebagai contoh, Ibu Muasih mengajak seluruh peserta upacara untuk memiliki kesadaran diri: "Ketika bel upacara berbunyi, seharusnya peserta didik sudah bergerak menuju lapangan tanpa perlu dijemput atau ‘diobrak’ oleh tim kesiswaan. Ini bukan soal takut dihukum, tapi soal tanggung jawab atas peran sebagai pelajar," tegasnya.
Lebih lanjut, beliau mengaitkan kesadaran diri ini dengan aspek kedisiplinan dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Kedisiplinan adalah kunci yang membuka pintu kesuksesan, dan tanggung jawab adalah wujud dari kesadaran yang matang. Salah satu contoh yang disorot adalah mengenai petugas piket. "Petugas piket memiliki tanggung jawab mutlak untuk memastikan kebersihan dan kerapian kelas. Itu bukan tugas guru, tapi tanggung jawab bersama yang lahir dari kesadaran bahwa kita adalah bagian dari lingkungan sekolah ini," tambahnya.
Mengakhiri amanatnya, Ibu Muasih, S.Psi, berharap agar semangat kesadaran diri, disiplin, dan tanggung jawab yang dibahas hari ini tidak berhenti hanya di lapangan upacara, namun dapat diimplementasikan dalam setiap aspek kehidupan siswa, baik dalam proses belajar mengajar, pergaulan, hingga persiapan menghadapi masa depan. Upacara ditutup dengan doa, meninggalkan pesan mendalam bagi seluruh warga SMAN 1 Kepohbaru untuk menjadi pribadi yang lebih berkesadaran.



Komentar
Posting Komentar